Alzheimer merupakan salah satu bentuk umum dari demensia atau kepikunan. Dengan melihat profilenya saja, banyak yang kemudian menyimpulkan jika penyakit ini hanya akan menyerang mereka yang sudah lanjut usia, dan nggak mungkin menyerang kita yang masih muda.

Apakah benar?

Tentu saja anggapan ini kurang tepat. Dilansir dalam BBC, Alzheimer merupakan sebuah kondisi dimana sel-sel otak mengalami kematian. Hal inilah yang membuat penderita alzheimer akan bertindak aneh sebagai imbas dari penurunan fungsi kognitif dan respons pengambilan keputusan.

Penderitanya memang kebanyakan berusia tua, bisa mulai dari usia 60 tahun, atau bahkan lebih tua dari itu. Tapi percayalah, kamu yang berusia muda pun masih mungkin terkena penyakit alzheimer, bahkan buat kamu yang saat ini masih berusia 20 tahunan.

Biasanya, penyakit ini ditandai dengan adanya kesulitan untuk mengingat kejadian-kejadian yang baru saja terjadi, sering merasa lupa saat menyimpan barang, kemampuan analisa mengenali warna dan bentuk menjadi berkurang drastis, hingga kesulitan dalam membuat keputusan.

Baca juga: Obat Tidur Bisa Naikkan Risiko Alzheimer

Tidak hanya itu, terkadang penderita alzheimer pun akan sering curiga kepada seseorang tanpa alasan yang jelas, sulit untuk membayar apa yang dibelinya, hingga kerap berpakaian yang tidak sesuai dress code atau berpakaian tidak sesuai dengan tempat dan acara yang akan dihadiri.

Walaupun begitu, semua gejala ini belum tentu bisa dikatakan kamu terkena alzheimer. Pasalnya, untuk memberikan vonis terkena alzheimer atau tidak, dokter spesialis saraf biasanya akan melakukan rangkaian pemeriksaan dengan sangat teliti.

Maka dari itu, nggak peduli berapa usiamu sekarang, kalau saat ini ternyata kamu bertingkah layaknya seorang penderita alzheimer, sebaiknya segera hubungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Nah, untuk mengurangi risiko serangan alzheimer, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat merupakan kunci utamanya. Dalam hal ini, kamu diwajibkan untuk mengonsumsi makanan sehat yang kaya serat, dan beberapa nutrisi penting lainnya untuk melindungi fungsi otak.

Terkadang, konsumsi suplemen kesehatan pun sangat dibutuhkan untuk menurunkan risiko serangan penyakit ini. Tapi ingat, semuanya harus berada dibawah pengawasan dokter. Bagaimana, setuju kan?

Sumber:
http://bit.ly/2l6mJwY
http://bbc.in/2kBCIj8
http://bit.ly/2kYFr7h
http://bit.ly/1QQNRWB